Rabu, 20 November 2013

Evidence Based Medicine





Haayy blogger semuanya.... :) udah lama ne ya putri gak halo - haloan sama kalian semua... Yaaa dikarenakan berbagai macam aktivitas yang emang gak bisa ditinggalin...


Sekarang dikesempatan kali ini putri mau sharing lagi ne tentunya yaa gak jauh - jauh dari ilmu kedokteran yaaa... oke kita mulai ajaaa.... :D




EVIDENCE BASED MEDICINE

DEFINISI


• Penerapan pendekatan dan metode pembelajaran dalam proses pembelajaran berdasarkan bukti-bukti ilmiah terbaik yang ada. (Harden et al, 1999)
• Merupakan keterpaduan antara (1) bukti-bukti ilmiah yang berasal dari studi yang terpercaya (best research evidence); dengan (2) keahlian klinis (clinical expertise) dan (3) nilai-nilai yang ada pada masyarakat (patient values).

( Sackett et al, 2000)
• Suatu sistem atau cara untuk menyaring semua data dan informasi dalam bidang kesehatan. Sehingga seorang dokter hanya memperoleh informasi yang sahih dan mutakhir untuk mengobati pasiennya. (Wirjo, 2002)





LANGKAH - LANGKAH EVIDENCE BASED MEDICINE

1. Mengajukan pertanyaan klinik yang dapat dijawab (asking answerable question).

2. Melakukan pelacakan pustaka untuk menjawab pertanyaan klinik.

3. Melakukan telaah kritis terhadap bukti ilmiah.

4. Melakukan integrasi antara bukti ilmiah yang valid, keahlian klinik, dan nilai serta harapan yang ada pada pasien.

5. Melakukan evaluasi hasil guna penerapan bukti ilmiah di dalam praktek.


ASPEK - ASPEK EVIDENCE BASED MEDICINE

1. Aspek medik : Fungsinya untuk mengelola penderita.

2. Aspek ilmiah : Untuk mensurvey keluhan, kelainan fisik, dan terapinya.

3. Aspek personal : Hubungan dokter dengan penderita menjadi lebih baik, kualitas dan profesionalisme menjadi lebih baik.

4. Aspek sosial : Penerapan EBM secara luas akan meningkatkan kesadaran serta perhatian masyarakat kepada kesehatan.


TUJUAN EVIDENCE BASED MEDICINE

•Dengan mengacu pada konsep evidence based medicine, dokter tidak khawatir terhadap tuntutan malpraktek, karena telah menjalankan tugas profesinya sesuai kaidah etika ilmu kedokteran yang berbasis ilmiah, valid, dan reliabel.



Mengapa Harus Evidence Based Medicine

1. Perlunya perubahan paradigma pengembangan pendidikan kedokteran dari berbasis opini ke arah berbasis bukti-bukti penelitian di bidang pendidikan kedokteran.

2. Informasi up-date mengenai diagnosis, prognosis, terapi dan pencegahan sangat dibutuhkan dalam praktek sehari-hari.


•Evidence Based Medicine adalah suatu tindakan yang berlandaskan alasan yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam hal ini tindakan medis, atau penanganan pasien oleh seorang dokter. EBM sendiri merupakan integrasi dari bukti penelitian, keahlian klinis dan nilai-nilai yang ada pada masyarakat

Pada EBM terdapat langkah-langkah, yaitu: 
•Menformulasi pertanyaan dari pasien,
•Mencari bukti,
•Mengkritisi bukti,
•Menerapkan pada pasien dan
•Mengevaluasinya.

• EBM mutlak dilakukan oleh dokter karena dengan ia melakukan tindakan medis dengan berlandaskan bukti yang valid maka kualitas dan profesionalisme dokter tersebut meningkat, tentunya berimplikasi pada meningkatnya kesehatan masyarakat pada umumnya.
•Bukti atau landasan ilmiah yang digunakan juga harus memenuhi syarat berikut ini:
  - Berasal dari penelitian yang metodologinya baik dan bukan berasal dari 1 sumber saja.
  - Penelitian bukan merupakan penelitian lama, setidaknya 5-10 tahun terakhir. Karena perkembangan dunia medis sangatlah dinamis.
  - Relevan, reliable, dan objektif


Sumber : dr.CHAIRUL ZULFI,M.Si    Universitas Abulyatama Aceh.

Baiklah pada kesempatan kali ini mungkin cukup sampai di sini dulu putri sharingnya... tapiiiiii tetap tungguin terus ya tulisan - tulisan putri selanjutnya... Terima Kasih :) :D